Wednesday, April 28, 2010

Definisi Riba dan Dahsyatnya Dosa Riba

Riba
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.

Riba dalam pandangan agama
Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.

Dahsyatnya Dosa-Dosa Riba

Riba merupakan fenomena yang hampir terlihat pada semua bentuk transaksi keuangan. Dan begitu luasnya pengaruh riba, hingga dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, “kelak akan ada zaman dimana orang-orang yang tidak mengambil riba akan terkena debu-debunya..”. Dan zaman kita sekarang ini menjadi saksi “dahsyatnya” praktik riba kehidupan. Bahkan karena demikian luasnya transaksi ribawi, hingga masyarakat kita menganggap bahwa transaksi ribawi seolah-olah adalah trnasaksi yang “diperbolehkan” secara hukum Islam, seperti transaksi dengan bank (konvensinoal), dengan asuransi (konvensional), atau memiliki kartu kredit (konvensional), dsb. Kebanyakan masyarakat kita bahkan tidak tahu betapa dahsyatnya “dosa” melakukan transaksi ribawi. ( sumber:http://asuransisyariah.myblogreplubika.com )

Riba Merupakan Dosa Besar

Semua ulama sepakat, bahwa riba merupakan bentuk muamalah yang paling bathil (sebagaiaman dikemukakan oleh Imam Suyuthi dalam tafsirnya) yang harus dihindari oleh setiap muslim. Bahkan Syekh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya bunga bank haram, mengatakan ‘tidak pernah Allah SWT mengharamkan sesuatu sekeras Allah mengharamkan riba.’ Seorang muslim yang lurus akan merasakan jantungnya seolah mau copot manakala membaca firman-firman Allah terkait pengharaman riba (QS. Al-Baqarah : 275 – 280).z

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah kepada Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab mereka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ - متفق عليه

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.”. Para sahabat bertanya, “Apa saja tujuh perkara tersebut wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa manusia yang diharamkan Allah SWT kecuali dengan jalan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan peperangan dan menuduh berzina pada wanita mu’min yang sopan yang lalai dari perbuatan jahat.” – Muttafaqun Alaih.

Tuesday, February 2, 2010

Keanehan Mata Uang Yang Kita Pakai

Pernahkan anda melihat meteran tukang jahit yang sudah lama dan rusak? Atau meteran tukang kayu yang rusak? Ya...biasanya angka nolnya patah, atau pada ujungnya patah sehingga meteran tidak dimulai dari angka nol. Sehingga meteran dipotong di angka satu dan dianggap sebagai nol. Jadi kalau dia ingin memotong kain atau kayu sepanjang 100cm, maka dia coret pada angka 101cm. Karena nolnya hilang.
Begitu seterusnya, apabila angka satunya kembali patah, maka angka 1 dipotong dan angka 2 dianggap sebagai angka nol. Jadi kalau dia mau mengukur kain sepanjang 100 cm maka dia coret di angka 102 cm. Walaupun angkanya 102, tetep juga sama nilainya yaitu 100 cm.
Inilah logika yang akan kita pakai untuk menggambarkan kondisi mata uang yang dipakai manusia di seluruh dunia. Mari kita ambil sejarah uang Republik Indonesia.
Awal mula penerbitan uang kertas kita, dimulai dari pecahan kecil-kecil. Mulai dari 1 Rupiah sampai dengan 5 ribu rupiah. Jadi yang masih berlaku pada waktu itu dimulai dari 1 rupiah sampai 5 ribu rupiah. Selanjutnya mari kita amati apa yang terjadi:

  • Tahun 1950-1960an range uang yang beredar adalah Rp.1,- Rp.2,5,- s/d Rp.5000
  • Beberapa tahun kemudian(1970an). Rp.1,- tidak laku lagi karena inflasi. Lama kelamaan hilang jadi range nya menjadi Rp.5,- s/d Rp.5000 . Otomatis nilai Rp.5000 saat itu tidak sama ketika masih ada uang Rp.1,- . Krn inflasi, harga ikutan naik dan menyebabkan hilangya Rp.1,-. Maka kalau dikurs adalah Rp.5000 tahun 1960an bernilai Rp.5004 pd th.1970.
  • Tahun 1986 - 1990an, pecahan Rp.5 rupiah mulai tidak laku krn inflasi. Sehingga range menjadi Rp.50 s/d Rp.20.000
  • Begitu seterusnya hingga saat ini pecahan terkecil yg masih laku adalah Rp.500 s/d Rp. 100.000 . Pecahan Rp.100 sudah mulai berserakan dijalan, bahkan pengemis pun enggan memungutnya.

Secara matematis, ketika start di 0 (nol ) maka finish/ending cukup di level Rp.5000. Semakin besar start nya semakin besar pula ending nya. Perhatikan sekarang pemeringah mencetak pecahan besar sbg pengganti Rp.500 yg pasti akan hilang dan hangus. Dicetaklah pecahan Rp.2000. Ketika titik start di level Rp.2000 rupiah boleh jadi akan ada uang kertas nominal Rp.200.000 satu lembar. Begitu seterusnya sampai tibalah "devaluasi"

Kalau anda berniat menabung utk jangka puluhan tahun kedepan, masih tertarikkah menyimpan mata uang keluaran bank central? Ada satu mata uang yang tidak akan pernah termakan inflasi yaitu EMAS. Kunjungi www.ayo-investasi.com utk detailnya.

Monday, November 16, 2009

Harga Emas 2010 Tembus 400 Ribu per Gram

Dilihat dari trend kenaikan sepanjang tahun 2009 ini, sangat besar kemungkinan harga emas 24 karat akan tembus di level 400 ribu rupiah per gram.
Untuk lebih detail mengenai kenaikan harga emas ini silakan simak rinciannya di tabel harga emas 2009
Di bulan November 2009 ini harga emas 24 karat diperdagangkan 382.ooo per gram ( Emas dengan sertifikat ANTAM ). Naik sekitar 20 ribu dibanding dengan harga bulan Oktober 2009. Kalau bulan December 2009 naik lagi maka bulan Januari 2010 bisa dipastikan tembus di kisaran 400 ribu rupiah per gram. Mungkinkah tabel prediksi harga emas yang mengatakan bahwa harga emas akan menyentuh level 1 juta per gram pada tahun 2015 benar2 terjadi? Bila ya...pastikan anda telah memiliki setidaknya 200 gram emas, shg kalau dijual pd tahun 2015 anda bisa memiliki 200 juta rupiah. Cukup besar bukan? Jelas angka yg sangat besar, tetapi kalau nilai uang kertas 200 juta pada tahun 2015 sama dengan nilai uang kertas 66 juta rupiah masa sekarang 2009, apakah layak anda jual emas tsb? Atau anda pertahankan sbg sarana hedging atau lindung nilai?

Wednesday, November 4, 2009

Emas Menggeser Kedudukan Uang Kertas

Harga emas tiap bulan mengalami peningkatan, per bulan November 2009 harga 1 gram emas 24 karat bersertifikat ANTAM diperdagangkan di level Rp.396.500 rupiah. Sangat besar kemungkinan di awal Desember emas akan tembus di level 400 ribu per gram. Ketika perekonomian AS gonjang ganjing, emas mengalami peningkatan yang cukup besar karena masyarakat dunia mulai dari investor, pelaku pasar, sampai dengan negara-negara kaya memilih emas sebagai devisa negara. Tetapi ketika perekonomian mulai membaik maka mulai membaik pula harga minyak mentah, padahal kenaikan harga minyak mentah merupakan salah satu indikator akan kenaikan harga emas dunia.
Dapat disimpulkan bahwa disituasi yg dunia yg belum begitu pulih dari krisis ini, emas masih tetap sebagai sarana lindung nilai yang sangat mendunia. Sepertinya trend ini tidak akan pernah berhenti sampai seluruh negara mulai menyadari kelemahan Sistem Mata Uang Kertas dan pada akhirnya mulai beralih ke emas, perak, dan logam lainnya.

Thursday, October 15, 2009

Harga Emas Akan Sentuh Satu Juta Per Gram

Dengan kenaikan rata-rata pertahun sebesar 20%, maka harga emas 24 karat/99% tahun 2010 akan menyentuh di level Rp.424.000 per 1 gram emas bersertifikat ANTAM. Harga tersebut bisa terjadi di pertengahan tahun ataupun di akhir tahun 2010.

Maka jangan kaget kalau 6 tahun lagi atau pada tahun 2015, harga emas 24 karat akan berada di level Rp. 1.074.000 ( satu juta tujuh puluh empat ribu ) per 1 gram ANTAM. Angka tersebut diperoleh dengan patokan kenaikan sebesar 20% per tahun. Dalam kenyataannya bisa mencapai 30% atau 40%.

Berikut saya copy paste kan hasil Kalkulasi Prediksi Harga Emas melalui Ms Excel>

PREDIKSI HARGA EMAS DENGAN RATA-RATA KENAIKAN
SEBESAR 20% PERTAHUN

HARGE PER GRAMTahun keTahun
360,000.002009
432,000.0012010
518,400.0022011
622,080.0032012
746,496.0042013
895,795.2052014
1,074,954.2462015
1,289,945.0972016
1,547,934.1182017
1,857,520.9392018
2,229,025.11102019
2,674,830.13112020
3,209,796.16122021
3,851,755.39132022
4,622,106.47142023
5,546,527.77152024
6,655,833.32162025
7,986,999.98172026
9,584,399.98182027
11,501,279.98192028
13,801,535.97202029
16,561,843.17212030
19,874,211.80222031
23,849,054.16232032
28,618,864.99242033
34,342,637.99252034
41,211,165.59262035
49,453,398.71272036
59,344,078.45282037
71,212,894.14292038
85,455,472.97302039
102,546,567.56312040

Cukup realistis pula, bila disarankan untuk menyisihkan dana anda dalam bentuk emas sebagai simpanan hari tua. Apabila anda kesulitan menyisihkan 10 gram per bulan, anda bisa mulai dengan 1 gram per bulan. Tetapi dengan metode gadai syariah, bisa mempercepat kepemilikan dalam jumlah yang cukup besar dibanding dengan membeli dengan uang cash.

Sayang metode tersebut hanya ada di ebook kebunemas , saya tidak berani membeberkan rahasianya disini, karena produk tersebut telah terdaftar di hak cipta. Untuk itu sebelumnya anda harus menyisihkan 250 ribu untuk membeli buku panduan tersebut. Silakan beli ebook tersebut di link kebunemas.com.

Semoga menggunggah pikiran anda untuk pandai-pandai menabung, berhemat dan berpikiran kedepan. Khususnya bagi Ibu-Ibu yang lebih suka shopping daripada investasi. Kalau Bapak-Bapak saya yakin, lebih bisa menahan diri dan menunda kesenangan. ( Sumber artikel www.ayo-investasi.com )

Tuesday, October 13, 2009

Tanda Tanda Runtuhnya Dollar Bertambah Jelas

Bersumber dari The Economic Times News dan Mineweb News, tanda-tanda runtuhnya dominasi Dollar sebagai global currency atau mata uang dunia semakin jelas.
Pada tanggal 8 Oktober 2009 harga emas menyentuh di titik tertinggi pada $1,061.20 per troy ounce, di Indonesia harga per gram sudah mencapai Rp.366.500 per gram ( data dari logammulia.com )

Gold prices continued its northward journey as the investors in the international markets are shifting their fund into gold due to depreciation of dollar against all leading currencies of the world. Market pundits feel that prices of the yellow metal is expected to remain firm as dollar is showing signs of weakness.

“Last year, I had bought only 50 gm of gold but today I purchased 120 gm of gold even at this rate, anticipating appreciation in the coming months,” said Pravin Shah, a businessman in Satellite area. ( the Economic Times News )

Terjemahannya:
Harga emas terus merangkak naik karena para investor pasar International mengganti dana mereka ke dalam emas dikarenakan depresiasi Dollar terhadap seluruh mata uang di dunia. Para pakar berpendapat bahwa harga emas akan terus menguat selama dollar terus mengalami tanda-tanda pelemahan.
" Tahun lalu, saya telah membeli 50 gram, tetapi hari ini saya membeli 120 gram emas meskipun harga emas sangat tinggi saat ini, saya sekedar mengantisipasi pelemahan dollar di bulan-bulan mendatang," kata Pravin Shah, seorang pengusaha di bidang Satellite.

Saat ini seluruh dunia mengetahui bahwa fundamental ekonomi Amerika tidak bagus, hal ini memacu diversifikasi devisa negara yang tadinya sebagian besar dalam dollar, sekarang mulai mengurangi jumlah dollar dan menambah jumlah Euro, GBP, RMB/Yuan, Yen termasuk emas.

Kalau sampai akhir 2010 belum ada tanda-tanda membaiknya fundamental ekonomi Amerika atau Dollar terus mengalami pelemahan, maka Negara-negara pemegang Devisa Dollar terbanyak spt China, Jepang dan negara-negara besar lainnya boleh jadi akan mengurangi cadangan Dollar mereka dalam jumlah yang besar.

Hal ini memicu kenaikan harga emas yang saat ini sudah tinggi akan terus naik bahkan ada prediksi harga emas bisa sampai $2000 per troy ounce. Karena tidak ada cara yang aman selain menyimpan dana dalam bentuk emas. Para pelaku bisnis dunia yang sekarang sudah mulai mengganti cadangan dana mereka dalam emas, tahun-tahun depan boleh jadi akan memborong emas lagi sebagai sarana Hedging/lindung nilai.

Moment sekarang ini boleh jadi saat yang tepat bagi masyarakat untuk mulai sedikit demi sedikit membeli emas sebagai cadangan hari tua mereka, karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa tabungan kita yang saat ini berjumlah 100 juta akan bernilai sama 10 atau 20 tahun yang akan datang saat kita pensiun. Boleh jadi 100 juta 20 tahun yang akan datang akan senilai 10 juta saat ini. Itulah kenapa para investor international membeli emas, karena 100 tahun yang akan datang emas 1 kg masih akan tetap sama dengan nilai 1 kg emas saat ini. Kalau 1 kg berharga 320 juta cukup untuk membeli rumah yang layak, maka 100 tahun yang akan datang emas 1 kg masih tetap senilai 1 rumah yang layak. Tidak percaya buktikan!

Untuk lebih jelas tentang planning keuangan silakan kunjungi www.ayo-investasi.com

Monday, August 31, 2009

Robert Kiyosaki; Amerika Akan Seperti Katak Panggang

Kalau diterjemahkan: Tiap kali saya mendengar politisi menyebut kata "Stimulus", saya menjadi teringat kembali praktikum Biologi waktu di sekolah; yaitu percobaan pada katak yang baru saja mati, saya sentuhkan kabel listrik ke katak itu agar katak tsb bergerak. Hari ini, kita adalah katak yang mati. Kalau diberi stimulus terus menerus, katak itu akan segera menjadi "katak panggang".

Berikut saya copy paste kan artikel selengkapnya tentang pendapat Robert Kiyosaki terhadap Perekonomian Amerika Saat ini. Terjemahannya saya tuliskan dibawah artikel tsb.

"Is the crisis over?" is a question I am often asked. "Is the economy coming back?"
My reply is, "I don't think so. I would prepare for the worst."

Like most people, I wish for a better future for all of us. Life is better when people are working, happy, and spending money.

The stock market has been going up since March 9, 2009. Talk of "green shoots" fill the air. Yet, in spite of the more positive news, I continue to recommend that people prepare for the worst. The following are some of my reasons:

1. I believe the stock market is being manipulated. I suspect the government, banks, and Wall Street are doing everything they can to keep the market from crashing. Our leaders know that nothing makes the world feel better than a raging bull market.

Do I have any proof that the market is being manipulated? No. I just smell a rat, or a pack of rats. I believe greed, self-interest, arrogance, and fear control the financial markets. I suspect those in charge will do anything to keep us all from panicking... and I don't blame them. A global panic would be ugly and dangerous.

2. In my view, this global crisis has been caused by the Federal Reserve Bank, the U.S. Treasury, Wall Street, and the central banks of the world. They caused the problem, profited excessively in doing so, and now profit by being asked to fix the problem.

Every time I hear a politician mention the word stimulus, my mind flashes back to high school biology class, when I touched battery wires to a dead frog to make it twitch. Today, you and I are the dead frogs. Pretty soon the dead frog will be fried frog.

In the 1980s, our government's hot money stimulus was measured only in the millions of dollars. By the 1990s, the government had to ramp the stimulus voltage into the billions in order to get the frog to twitch. Today the frog has jumper cables with trillions in high-voltage hot money pouring through the lines.

While most us feel better when we have more high-voltage money in our hands, none of us feel good about higher taxes, increasing national debt, and rising inflation for the long term. Another old saying goes, "Sometimes the cure is worse than the disease." I say the government stimulus cure is killing us frogs.

3. Old frogs don't hop. Another reason I am cautious about the future is that the Western world has a growing number of old frogs. Between 1970 and 2000, the economy responded to bailouts and stimulus packages because the baby boomers of the world were entering their greatest earning years -- their purchasing power increased, and demand for homes, cars, refrigerators, computers, and TVs boosted the economy.

The stimulus plans seemed to work. But when a person turns 60, their spending habits change dramatically. They stop consuming and start conserving like a bear preparing for winter. The economy of the Western world is heading into winter. Hot wires and hot money will not get old frogs to hop. Old frogs will simply join the bears and stick that money in the bank as they prepare for the long, hard winter known as old age. The businesses that will do well in a winter economy are drug companies, hospitals, wheelchair manufacturers, and mortuaries.

4. The dying frog economy will lead us to the biggest Ponzi schemes of all: Social Security and Medicare. If we think this subprime financial crisis is big, it's my opinion that this crisis will be dwarfed by the crisis brewing in Social Security and Medicare...Medicare being the biggest crisis of all. As old frogs head for the big lily pad in the sky, they will demand young frogs spend even more in tax dollars just to keep old frogs from croaking.

5. The 401(k)Ponzi scheme. A Ponzi scheme, like the scheme Madoff ran, depends upon young money to pay off old money. In other words, a Ponzi scheme needs tadpoles to finance old frogs. The same is true for the 401(k) and other retirement plans to work. If young money does not come into the stock market, the old money cannot retire. One reason so many people my age are worried, not only about Social Security and Medicare, is because they're concerned about getting their money out of the stock market before the other old frogs decide to drain the swamp.

The facts are that the 401(k) plan has a trigger that requires old frogs to begin withdrawing their money at a certain age. In other words, as baby boomers grow older, more and more will be required, by law, to begin withdrawing their money from the market. You do not have to be a rocket scientist to know that it is hard for a market to keep going up when more and more people are getting out.

The reason the 401(k) has this law related to mandatory withdrawals is because the Federal government wants to collect the taxes that they deferred when the worker's money went into the plan. In other words, the taxman wants their pound of flesh. Since they allowed the worker to invest without paying taxes, the government wants their tax dollars when the employee retires. That is why the laws require older workers to sell their shares ¬-- and pay their pound of flesh.

Demographics show that we are entering a battle between young and old. I call it the "Age War." The young want to hang onto their money to grow their families, businesses, and wealth. The old want the tax and investment dollars of the young to sustain their old age.

This war is not coming...it is upon us now. This is one of many reasons why I remain cautious and say, "The worst is yet to come."

Terjemahannya adalah sebagai berikut:

"Apakah krisis ekonomi sudah berakhir?" Saya sering ditanya tentang hal itu. Jawaban saya: "Menurut saya belum berakhir, saya kan bersiap-siap untuk kemungkinan yang terburuk."

Seperti kebanyakan orang, saya juga berharap masa depan yang lebih baik. Kehidupan menjadi lebih baik manakala tiap orang bekerja, bahagia dan bisa berbelanja untuk kebutuhan hidup.

Bursa Saham sudah mulai naik sejak 9 Maret 2009. Kabar membaiknya perekonomian pun mulai merebak. Terlepas dari berita-berita ekonomi yang bagus, saya tetap menganjurkan bahwa kita harus bersiap untuk kemungkinan terburuk. Berikut ini adalah beberapa alasan saya:

  1. Saya percaya bahwa Bursa Saham / Stock Market sedang dimanipulasi. Saya curiga bahwa pemerintah, bank dan Wall Street sedang berusaha semampu mereka untuk mencegah agar pasar tidak ambruk. Para pemimpin kita tahu bahwa tidak ada yang membuat dunia merasa lebih nyaman dan enak selain "raging bull market" ( sinyal membaiknya bursa saham )
    Apakah saya punya bukti bahwa Pasar Saham sedang dimanipulasi? Tidak, saya tidak punya bukti. Tetapi saya dapat mencium sekelompok tikus sedang melakukan manipulasi. Saya percaya bahwa keserakahan, kepentingan pribadi, kesombongan, dan ketakutan berbaur menjadi satu mengontrol "financial market". Saya yakin para pejabat yang berwenang berusaha keras agar kita terbebas dari kepanikan...dan saya tidak menyalahkan mereka. Kepanikan global dapat memperburuk keadaan.
  2. Menurut pendapat saya, krisis ekonomi ini disebabkan oleh Federal Reserve Bank, US Treasury, Wall Street dan Bank Central seluruh dunia. Mereka penyebab masalah ini, mengambil profit yang cukup tinggi, dan sekarang mereka tetap profit karena diminta untuk memulihkan perekonomian.
    Anggap saja seperti tukang sihir, untung saat diminta menyantet orang dan ketika yang disantet sakit, mereka tetap untung karena diminta mengobati ( red. )
    Tiap kali saya mendengar politisi menyebut kata "Stimulus", saya menjadi teringat kembali praktikum Biologi waktu di sekolah; yaitu percobaan pada katak yang baru saja mati, saya sentuhkan kabel listrik ke katak itu agar katak tsb bergerak. Hari ini, kita adalah katak yang mati. Kalau diberi stimulus terus menerus, katak itu akan segera menjadi "katak panggang".
    Pada tahun 1980an paket stimulus pemerintah hanya berkisar jutaan dollar. Pada tahun 1990an tegangan stimulus dinaikkan menjadi milliaran dollar agar katak bisa bergerak. Hari ini tahun 2009, pemerintah telah mengalirkan tegangan triliunan dollar pada kabel listrik tersebut agar katak tsb kembali bergerak.
    Hampir semua orang senang kalau diberi bantuan uang bertegangan tinggi sampai triliunan dollar, tetapi tak satupun senang dengan dampaknya spt kenaikan pajak, kenaikan hutang nasional dan kenaikan inflasi. Peribahasa mengatakan "Terkadang obat malah lebih berbahaya ketimbang penyakitnya." Menurut saya obat stimulus yang diberikan pemerintah malah akan membunuh katak tsb.
( sumber dari yahoo finance news dan www.ayo-investasi.com )

Facebookers

TopOfBlogs