Monday, September 27, 2010

Kabar Gembira! Web www.ayo-investasi.com telah aktif kembali

Akhirnya web www.ayo-investasi.com telah aktif kembali setelah mengalami masa maintainance beberapa saat. Dari web ini anda bisa memantau harga emas dari bulan-bulan sebelumnya sehingga bisa memahami pergerakan harga emas yang cenderung meningkat tiap tahunnya. Silakan anda kunjungi web www.ayo-investasi.com untuk info lebih jauh.
Salam sukses untuk semua.

Tuesday, August 3, 2010

Redenominasi Rupiah Suatu Kepastian

Redenominasi Rupiah adalah suatu tindakan yang pasti akan terjadi. Kalau tidak tahun dekat maka tahun-tahun mendatang. Redenominasi merupakan pemotongan nominal uang tanpa mengurangi nilai tukarnya. Kok pasti terjadi? Bagaimana ceritanya? Gampang saja, kan di postingan saya sebelumnya yang berjudul "Keanehan Mata Uang Yang Kita Pakai" sudah saya jelaskan bahwa inflasi menyebabkan pecahan terkecil menjadi tidak berguna. Dalam bhs awam, duit cepek bisa dibelikan apa? Nah hal itu merambat terus sampai ke pecahan 500 rupiah. Kalau inflasi yg menyebabkan harga-harga barang naik terus, lama lama uang logam 500 rupiah bernasib sama kaya uang cepek tadi. Otomatis jadinya seperti meteran penjahit. Coba amati meteran penjahit kan dimulai dari angka 0 sampai 200. Kalau meteran sdh lama dan rusak. Angka nolnya putus. Maka penjahit akan menganggap angka 1 sebagai nol dan angka 101 sebagai 100. Begitu seterusnya, nah kalau tiba angka 99 yg dipotong/patah, maka angka 100 dianggap angka 0 dan angka 200 dianggap angka 100 agar ukurannya menjadi sama dengan 1 meter. Itulah kenapa pecahan uang kertas kalau yg pecahan kecil tidak berlaku, pasti akan dicetak pecahan yang lebih besar misal pecahan 100 ribuan dan boleh jadi akan ada pecahan 200 ribuan. Di Zimbabwe ada pecahan bernilai 1 milyar dan pecahan bernilai 1 trilyun. Ini Fakta.
Lagi-lagi saya kok lebih suka pakai bahasa abang becak atau bahasa orang awam, karena bahasa mereka sangat sederhana dan lugas. Redenominasi dalam definisi abang becak adalah penghilangan beberapa angka nol didalam mata uang. Misal uang kertas 1000 rupiah dihilangkan nolnya tiga jadi menjadi bernilai Rp.1 rupiah saja. Dan uang kertas 100.000 menjadi Rp.100 rupiah saja. Begitu seterusnya jadi dalam penulisan akanmenghemat tempat di Kalkulator, di kolom formulir, blangko dan menghemat tinta printer serta tenaga utk berpikir hitung-hitungan. Apalagi kalau IQ pas pasan, wah kebanyakan nol bisa bisa stress krn kebanyakan uang.
Terus bagaimana dengan pecahan 100 rupiah. Ah gampang saja...kita kurangi nolnya tiga ya menjadi 0,1 Rupiah. Alias menjadi 1 sen. Jadi tiap 10 sen sama dengan 1 rupiah.
Kalau redenominasi diterapkan terus bagaimana dengan harga barang? Harga barang ya disesuaikan dengan nilai uang tadi. Kan nilai uang sama hanya berbeda nominalnya saja. Jadi kalau harga nasi bungkus sebelum redenominasi adalah Rp.5000 maka setelah redenominasi menjadi Rp.5 saja. Mudah kan?
Lha kalau harga nasi bungkusnya Rp5.500 menjadi berapa ? Ya 5 rupiah 5 sen. Yang menjadi masalah sebetulnya ketika masa sosialisasi otomatis ada dua pecahan yg berlaku. Yaitu pecahan lama dan pecahan baru. Jadi pecahan yang lama spt Rp.1000 , Rp.10.000 , Rp.100.000 tetap masih berlaku sementara pecahan baru juga sudah beredar spt Rp. 1 , Rp. 10 dan Rp.100 . Jadi kalau seseorang memegang bersama-sama pecahan lama dan baru mungkin akan sedikit berpikir dulu. Bayangkan kalau didompetnya ada uang kertas campur aduk ya Rp.100.000, Rp.1 , Rp.100 , Rp.1, Rp.10 dan Rp 5000 tentu perlu sedikit pembiasaan.
Kendala terjadi pada anak-anak SD dan TK. hahahahahaha....hitung hitungan mereka belum sampai kesana. Paling 1 + 1 = 2. Kalau mereka dikasih Papanya uang saku Rp1000 + Rp.1 mereka pasti bengong...jadinya uangnya berapa nih Papa?
Papanya menjawab: "Coba tanyakan ke Guru Bhs. Indonesia saja, karena beliau pasti bisa menjawab karena ini soal cerita, jangan tanyakan ke Guru Matematika karena beliau kalau ditanya angka menjawab dengan angka pula. Nanti hasilnya hasilnya jadi 1001 donk..kan jadi salah.
Anaknya menjawab: " oh gitu ya Pah!" Kalau gitu yang kerja di Bank dulu Guru Bahasa Indonesia semua ya Pah? Kan mereka pandai menghitung uang?
Papanya menjawab: " wah nak gara gara uang kok papa jadi harus sekelas dengan kamu lagi . wkwkwkwk."
Anaknya menjawab: "Kalau gitu kalau besar aku jadi Guru Bhs Indonesia saja ah..biar bisa kerja di Bank"
Papanya menjawab: "Hahahaha...ntar aja kalau kamu sudah SMP papa jelaskan"

Tapi tenanglah..krn redenominasi hanya masalah teknis penyederhanaan nominal saja bukan nilai uang itu. Dan setelah redenominasi akankah disusul oleh redenominasi lainnya? Ya pasti karena inflasi menyebabkan pecahan kecil menjadi tidak berguna lagi. Misal secara bertahap karena inflasi dan kenaikan harga, harga permen yang tadinya cuma 5 Sen berubah menjadi Rp.1. Begitu seterusnya maka orang tidak mau lagi pegang 5 sen krn tidak bisa dibelikan apa-apa. Sama spt uang koin Rp.100 saat ini. Dengan uang cepek anda bisa beli apa???? Paling jatuhpun anda males mengambilnya.
Mungkin saya agak GR jangan-jangan pemerintah membaca ramalan tentang harga emas di posting sebelumnya yang meramalkan harga emas per gram akan berada di level 1000.000 pergram dan itu pasti. hehehe..I hope so..wkwkwkwk

Tuesday, July 20, 2010

Boediono Luncurkan Pecahan Rp10.000 Baru

Wakil Presiden Boediono hari ini, Selasa 20 Juli 2010, akan meluncurkan uang desain baru dengan nominal Rp10.000 dan Rp1.000. Peluncuran ini sebenarnya molor dari rencana semula Juni 2010. Salah satu sebab Bank Indonesia mengeluarkan pecahan Rp10.000 baru ini karena kemiripan warnanya dengan Rp100.000, dan kerap tertukar. Karena itu, Bank Indonesia mengeluarkan warna yang berbeda. Pada edisi uang Rp10.000 dulu, warnanya merah keunguan. Sedangkan pada desain baru menggunakan warna biru muda.
Bank Indonesia juga akan menerbitkan pecahan Rp1.000 dalam bentuk koin. Koin baru ini berbahan campuran perak dan tembaga, sedangkan sebelumnya seluruhnya terbuat dari aluminium.
Sedangkan menurut pendapat saya pribadi , dari kacamata "orang awam". Peluncuran koin 1000 rupiah ini sbg antisipasi apabila koin 500 rupiah tdk berlaku lagi spt halnya koin 100 rupiah yang sudah mulai ditinggalkan. Koin 100 rupiah atau cepek ini bila terjatuh dijalan, hampir-hampir tidak ada yang mau memungutnya. Posting saya sebelumnya tentang keanehan mata uang yang bernilai nominal sepertinya memang akan terjadi.

Friday, July 16, 2010

Peluang Bisnis Retailer Kursi Lipat Jati Serbaguna


Ini baru peluang bisnis real, mudah dan masih "fresh". Kami memberi kesempatan kepada anda untuk mendapatkan income tambahan menjadi distributor Folding Table Set for Kids. Bahan Kayu Jati, Kualitas Export, Tanpa Paku. Konstruksi kuat dg Lem dan Screw.
Untuk wilayah Semarang pembelian minimal 10 Set, untuk Jawa Tengah minimal 20 Set. Dan Jawa Timur dan Jawa Barat minimal 60 Set. Informasi pemesanan silakan kunjungi Distributor Kursi Lipat




Perbandingan Ukuran Kursi Lipat dengan Kursi Makan Dewasa

Apabila anda berminat, silakan memesan sample produk. Ongkos kirim menjadi tanggung jawab pemesan/pembeli. Produk sample kami hargai 140rb per pcs. Mengingat minimal produksi 5 pcs, maka pengiriman sample setelah kami menerima permintaan total 5 pcs dari calon pembeli yang lain.
Terima kasih dan Salam Sukses.
Anto

Tuesday, May 25, 2010

Dollar Menguat. 1 Dollar = Rp. 9.382,-

Krisis keuangan Yunani berdampak pada pelemahan Euro. Otomatis negara-negara Uni Eropa pemakai mata uang Euro terkena imbasnya. Akibatnya para pelaku bisnis enggan menyimpan uangnya dalam bentuk Euro karena takut mata uang tersebut mengalami pelemahan terus menerus. Saat ini saja di Indonesia Euro melemah cukup tajam, hari ini Euro diperdagangkan pada kisaran 11.500 Rupiah. Boleh jadi akan merosot terus sampai dibawah 11.000. Selama krisis Eropa bertambah parah.
Akibatnya Dollar mendapat "tempat yang bagus" sebagai sarana lindung nilai. Banyak aksi borong dollar yang menyebabkan nilai tukar dollar naik di berbagai negara. Sampai berapa lama Dollar akan terus menguat? Selama krisis ekonomi Yunani belum ada tanda-tanda membaik, maka Dollar akan cenderung menguat. Kalau dampak krisis Yunani merembet ke negara-negara uni eropa, maka kemungkinan pelemahan mata uang Euro akan makin besar pula.
Belum selesai krisis keuangan Amerika, kini disusul krisis ekonomi Yunani. Negara mana lagi yang akan mengalami krisis selanjutnya? Pasti akan ada...dan pasti akan ada pula pengaruhnya terhadap negara lain. Ini semacam efek domino. Karena sistem keuangan dunia yang sama, mata uang kertas bernilai nominal, bukan mata uang Dinar/emas yang bernilai intrinsik/sesungguhnya. Sehingga ketika mata uang satu lemah terjadi borong mata uang yang lebih kuat. Begitu pula sebaliknya, apabila Euro menguat, terjadi aksi beli Euro dan aksi jual Dollar. Akibatnya Dollar melemah. Gonjang-ganjing semacam ini dirasa tidak adil bagi Indonesia sebagai pemegang "soft currency". Sebagaimana kita ketahui bahwa dalam dunia valas, mata uang dibagi dalam dua kelompok yaitu
  1. Hard Currency
  2. Soft Currency
Secara mudah Hard Currency adalah mata uang yang nilainya cenderung stabil dan rendah inflasi. Sedangkan Soft Currency cenderung sangat fluktuatif dan tinggi inflasinya. Contoh Hard currency adalah US Dollar, British Poundsterling, Dollar Canada, Euro, Australian Dollar, Yen dan Swiss Franc. Apabila terjadi krisis moneter yang berakibat melemahnya salah satu dari hard currency diatas maka pada umumnya para pelaku pasar akan mengalihkan dana mereka ke salah satu dari Hard Currency yang lain.
Dalam bisnis export import, hampir seluruh pelaku bisnis memakai mata uang US Dollar dan Euro. Sehingga apabila terjadi pelemahan kedua currency tsb maka akan merugikan exporter. Sebagai contoh ketika Rupiah menguat sampai 8.800,- per Dollar, maka exporter sudah mulai was was. Karena otomatis profit margin mereka akan ikut turun. Misal harga 1 buah Kursi sebesar 100 USD. Berarti dia hanya menerima 100 USD X 8.800 = Rp.880.000,-. Bandingkan kalau Dollar menguat menjadi 9400. Tentu menjadi 100 USD X 9400 = Rp.940.000,-. Beda 60.000. Kalau penjualan 1000 pcs kursi, tinggal kalikan saja selisihnya. Celakanya kalau Dollar dibawah level 8000, bisa jadi byk perusahaan "collapse". Karena sulitnya menaikkan harga jual kpd customer mereka, belum lagi persaingan dg Negara produsen lainnya spt China, Vietnam dan Malaysia. Dilain pihak kalau Dollar teramat jatuh hingga level Rp.10.000, maka importer gantian panik, karena otomatis harga produk import jadi naik. Penjualan pasti sepi. Itulah susahnya memakai "fiat money" atau mata uang keluaran Bank Central. Membingungkan perekonomian negara terutama negara berkembang. Jika export maju dan negara memiliki devisa dalam jumlah besar maka biasanya Rupiah menguat dan Dollar melemah. Tetapi bila export sepi, dan devisa menipis, maka Dollar menguat dan Rupiah melemah. Akibatnya serba salah. Intervensi BI saya pikir cuma menguntungkan Negara Maju. Untuk bisa lepas dari "satanic cycle ini" ya harus keluar dari "sistem keuangan global" yang sudah terintegritas ini. Pakai mata uang yang bernilai intrinsik/real yaitu Emas dan Perak. Dinar dan Dirham. Kalau semua negara memakai standar yang sama yaitu Dinar dan Dirham, mungkinkah terjadi perbedaan nilai yang berakibat aksi jual dan beli mata uang??? Mungkinkah timbul bisnis forex trading? Jelas tidak mungkin. Sehingga stabilitas perekonomian dunia lebih terjaga.
Exporter dan Importer sama-sama diuntungkan, tidak perlu pusing dengan fluktuasi mata uang. Sehingga fluktuasi harga produk baik barang export atau import murni karena mekanisme pasar yang alamiah yaitu supply dan demand. Kami yakin sistem ini akan berlaku di masa depan.

Nb: Penting! Ramalan saya ttg perkiraan harga emas spt tercantum diposting sebelumnya telah terbukti. Klik Tabel Harga Emas ini. Apakah anda rela bekerja keras dan dibayar dg kertas utk simpanan hari tua?
Bila situs tabel harga emas tidak bisa diakses. Ketik www.ayo-investasi.com kmd di refresh. Tingginya jumlah pengunjung mungkin menyebabkan server sibuk.

Wednesday, April 28, 2010

Definisi Riba dan Dahsyatnya Dosa Riba

Riba
(Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas)
Riba berarti menetapkan bunga/melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok, yang dibebankan kepada peminjam. Riba secara bahasa bermakna: ziyadah (tambahan). Dalam pengertian lain, secara linguistik riba juga berarti tumbuh dan membesar . Sedangkan menurut istilah teknis, riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ada beberapa pendapat dalam menjelaskan riba, namun secara umum terdapat benang merah yang menegaskan bahwa riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam.

Riba dalam pandangan agama
Riba bukan cuma persoalan masyarakat Islam, tapi berbagai kalangan di luar Islam pun memandang serius persoalan riba. Kajian terhadap masalah riba dapat dirunut mundur hingga lebih dari 2.000 tahun silam. Masalah riba telah menjadi bahasan kalangan Yahudi, Yunani, demikian juga Romawi. Kalangan Kristen dari masa ke masa juga mempunyai pandangan tersendiri mengenai riba.

Dahsyatnya Dosa-Dosa Riba

Riba merupakan fenomena yang hampir terlihat pada semua bentuk transaksi keuangan. Dan begitu luasnya pengaruh riba, hingga dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa, “kelak akan ada zaman dimana orang-orang yang tidak mengambil riba akan terkena debu-debunya..”. Dan zaman kita sekarang ini menjadi saksi “dahsyatnya” praktik riba kehidupan. Bahkan karena demikian luasnya transaksi ribawi, hingga masyarakat kita menganggap bahwa transaksi ribawi seolah-olah adalah trnasaksi yang “diperbolehkan” secara hukum Islam, seperti transaksi dengan bank (konvensinoal), dengan asuransi (konvensional), atau memiliki kartu kredit (konvensional), dsb. Kebanyakan masyarakat kita bahkan tidak tahu betapa dahsyatnya “dosa” melakukan transaksi ribawi. ( sumber:http://asuransisyariah.myblogreplubika.com )

Riba Merupakan Dosa Besar

Semua ulama sepakat, bahwa riba merupakan bentuk muamalah yang paling bathil (sebagaiaman dikemukakan oleh Imam Suyuthi dalam tafsirnya) yang harus dihindari oleh setiap muslim. Bahkan Syekh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya bunga bank haram, mengatakan ‘tidak pernah Allah SWT mengharamkan sesuatu sekeras Allah mengharamkan riba.’ Seorang muslim yang lurus akan merasakan jantungnya seolah mau copot manakala membaca firman-firman Allah terkait pengharaman riba (QS. Al-Baqarah : 275 – 280).z

الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لاَ يَقُومُونَ إِلاَّ كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Orang-orang yang memakan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran tekanan penyakit gila. Hal itu karena mereka mengatakan, bahwasanya jual beli itu adalah seperti riba. Dan Allah menghalalkan jual beli serta mengharamkan riba. Maka barangsiapa yang telah datang padanya peringatan dari Allah SWT kemudian ia berhenti dari memakan riba, maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu dan urusannya terserah kepada Allah. Namun barang siapa yang kembali memakan riba, maka bagi mereka adalah azab mereka dan mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.”

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ - متفق عليه

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, ‘Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.”. Para sahabat bertanya, “Apa saja tujuh perkara tersebut wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa manusia yang diharamkan Allah SWT kecuali dengan jalan yang benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan peperangan dan menuduh berzina pada wanita mu’min yang sopan yang lalai dari perbuatan jahat.” – Muttafaqun Alaih.

Tuesday, February 2, 2010

Keanehan Mata Uang Yang Kita Pakai

Pernahkan anda melihat meteran tukang jahit yang sudah lama dan rusak? Atau meteran tukang kayu yang rusak? Ya...biasanya angka nolnya patah, atau pada ujungnya patah sehingga meteran tidak dimulai dari angka nol. Sehingga meteran dipotong di angka satu dan dianggap sebagai nol. Jadi kalau dia ingin memotong kain atau kayu sepanjang 100cm, maka dia coret pada angka 101cm. Karena nolnya hilang.
Begitu seterusnya, apabila angka satunya kembali patah, maka angka 1 dipotong dan angka 2 dianggap sebagai angka nol. Jadi kalau dia mau mengukur kain sepanjang 100 cm maka dia coret di angka 102 cm. Walaupun angkanya 102, tetep juga sama nilainya yaitu 100 cm.
Inilah logika yang akan kita pakai untuk menggambarkan kondisi mata uang yang dipakai manusia di seluruh dunia. Mari kita ambil sejarah uang Republik Indonesia.
Awal mula penerbitan uang kertas kita, dimulai dari pecahan kecil-kecil. Mulai dari 1 Rupiah sampai dengan 5 ribu rupiah. Jadi yang masih berlaku pada waktu itu dimulai dari 1 rupiah sampai 5 ribu rupiah. Selanjutnya mari kita amati apa yang terjadi:

  • Tahun 1950-1960an range uang yang beredar adalah Rp.1,- Rp.2,5,- s/d Rp.5000
  • Beberapa tahun kemudian(1970an). Rp.1,- tidak laku lagi karena inflasi. Lama kelamaan hilang jadi range nya menjadi Rp.5,- s/d Rp.5000 . Otomatis nilai Rp.5000 saat itu tidak sama ketika masih ada uang Rp.1,- . Krn inflasi, harga ikutan naik dan menyebabkan hilangya Rp.1,-. Maka kalau dikurs adalah Rp.5000 tahun 1960an bernilai Rp.5004 pd th.1970.
  • Tahun 1986 - 1990an, pecahan Rp.5 rupiah mulai tidak laku krn inflasi. Sehingga range menjadi Rp.50 s/d Rp.20.000
  • Begitu seterusnya hingga saat ini pecahan terkecil yg masih laku adalah Rp.500 s/d Rp. 100.000 . Pecahan Rp.100 sudah mulai berserakan dijalan, bahkan pengemis pun enggan memungutnya.

Secara matematis, ketika start di 0 (nol ) maka finish/ending cukup di level Rp.5000. Semakin besar start nya semakin besar pula ending nya. Perhatikan sekarang pemeringah mencetak pecahan besar sbg pengganti Rp.500 yg pasti akan hilang dan hangus. Dicetaklah pecahan Rp.2000. Ketika titik start di level Rp.2000 rupiah boleh jadi akan ada uang kertas nominal Rp.200.000 satu lembar. Begitu seterusnya sampai tibalah "devaluasi"

Kalau anda berniat menabung utk jangka puluhan tahun kedepan, masih tertarikkah menyimpan mata uang keluaran bank central? Ada satu mata uang yang tidak akan pernah termakan inflasi yaitu EMAS. Kunjungi www.ayo-investasi.com utk detailnya.

Facebookers

TopOfBlogs