Wednesday, March 11, 2009

Krisis Ekonomi Amerika 2009 masih parah

Apakah krisis ekonomi Amerika saat ini sudah menyentuh titik terendah? Jawabnya nobody knows...Kalau ada pernyataan bahwa krisis ekonomi Amerika akan berakhir pada akhir tahun 2009 atau pada tahun 2010, dasar mereka apa? Mungkin hanya pernyataan bermuatan politis yang diungkapkan oleh Obama atau pro Obama. Sampai detik ini mereka masih saling ribut, saling mengkritisi satu sama lain atas usaha untuk memulihkan perekonomian mereka.
Menurut saya ada dua kemungkinan...Kemungkinan pertama: Perekonomian akan pulih dalam jangka waktu dekat atau dalam jangka waktu yang panjang. Kemungkinan kedua: Apabila krisis ekonomi makin parah dan makin menggerogoti tulang punggung perekonomian negera maka yang terjadi adalah keresahan dalam masyarakat. Diantaranya demonstrasi mulai merebak, kejahatan makin meningkat dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Obama. Kemungkinan terburuk adalah terjadi disintegarasi seperti Uni Soviet, karena masing masing daerah merasa tidak perlu lagi tergantung pada pemerintah pusat dan merasa lebih mudah mengatur wilayahnya sendiri untuk mewujudkan kemakmuran wilayahnya sendiri.

Sunday, March 1, 2009

US Recession Will Continue into 2010 or Beyond

(1 March 2009 )The UNITED STATES recession now in its 15th month, will possibly continue well into 2010 or beyond, several well-known economists wrote in today’s New York Times.

“I find it quite easy to imagine two consecutive years of contraction,” Niall Ferguson, a financial historian at Harvard University, said in one of 11 assessments by economists. “I don’t rule out two more lean years after that,” he said.

U.S. gross domestic product contracted at a 6.2 percent annual pace from October through December, more than economists anticipated and the most since 1982, according to a Feb. 27 report from the Commerce Department. Consumer spending, which comprises about 70 percent of the economy, declined at the fastest pace in almost three decades.

Any “whiffs of growth” this year “are likely to herald a false dawn” because of the poor financial condition of consumers, wrote Stephen Roach, chairman of Morgan Stanley Asia. He predicted the economy won’t begin to expand again until late 2010 or early 2011.

The Standard & Poor’s 500 Index fell to a 12-year low last week as the government stepped in for a third time to keep Citigroup Inc. from failing.

Former Federal Reserve Vice Chairman Alan Blinder and William Poole, former president of the St. Louis Fed, were comparatively optimistic, predicting an upturn late this year.

“Housing must hit bottom at some point,” said Blinder, an economics professor at Princeton University.

Falling prices will restart growth, according to James Grant, the editor of Grant’s Interest Rate Observer.

‘Shovel-Ready Stimulus’

“Today’s low prices, painful though they may be, are the market’s own shovel-ready stimulus,” he wrote. “Before you know it, the stock market and the residential real-estate market, too, will be on their way back up again.”

“Americans love a bargain,” wrote Eric Schmidt, chairman and chief executive of Google Inc., so progress will come with consumers taking advantage of historic buying opportunities.

Still, any recovery will be anemic, many of the economists said.

“While the technical recession could be over by the end of the year, the broader credit cycle will likely remain a significant drag on economic activity well into the next decade,” said George Cooper, author of “The Origin of Financial Crises: Central Banks, Credit Bubbles and the Efficient Market Fallacy.”

After severe banking crises, an economy usually takes four years to return to its previous peak in personal income, according to Carmen Reinhart, an economist at the University of Maryland.

Nouriel Roubini, the New York University professor who predicted the current financial and economic crises, said the recession may last a total of 36 months. It’s possible, he wrote, that the slump, instead of following a typical “U” shape back toward growth, “may turn into a more virulent L-shaped near depression.”

Tuesday, February 3, 2009

Kurs Dollar 1 USD = 11.475

Krisi Global tahun ini jelas berbeda dengan krisis moneter tahun lalu. Dulu krisis bersifat regional, sehingga bisa cepat diatasi dengan perbaikan dan pembenahan semua element pendukung perekonomian seperti penyehatan perbankan, kemudahan export, fasilitasi kepada dunia usaha dll. Tetapi krisis sekarang bersifat Global. Langkah-langkah untuk menangani krisis harus berbeda, karena walaupun pemerintah memberikan segala fasilitas kemudahan bagi kalangan dunia usaha, perbankan dll, tetapi problemnya ada market luar negeri yang sedang sakit. Sebelum kondisi bangsa-bangsa sasaran export sembuh, bagaimana mungkin para exporter Indonesia bisa menjual kesana? Kalau produk dialihkan kedalam negeri, wah...buying power orang Indonesia belum sampai kesana kalaupun bisa volume penjualan tidak mampu mengimbangi biaya produksi yang harus dikeluarkan pabrik atau manufacturer.
Saat ini yang bisa dilakukan bangsa ini sepertinya hanya Retreat and Defense. Pertahankan kecukupan kebutuhan pokok warga negaranya sambil memantau sektor-sektor yang mulai sakit untuk diberikan suntikan vitamin agar bisa bertahan hidup.

Thursday, January 29, 2009

Ekonomi AS Makin Suram. Harga Minyak Turun Lagi bulan Februari 2009

Harga minyak AS turun, Kamis, tertekan oleh semakin suramnya data ekonomi AS dan membengkaknya cadangan di negara konsumen energi terbesar dunia itu.

Minyak mentah AS turun 66 sen menjadi 41,50 dolar per barel pada pukul 02:10 waktu setempat atau 02:10 WIB Jumat. Minyak mentah Brent di pasar London naik 59 sen menjadi 45,49 dolar per barel.Angka pengangguran di AS melonjak ke rekor tinggi pada pertengahan Januari, sementara pesanan barang tahan lama jatuh untuk bulan kelima berturut-turut.Resesi telah memangkas permintaan bahan bakar dan menyebabkan kenaikan terbesar empat bulan pada stok minyak mentah AS sejak 1990."Harga minyak bertahan di atas 40 dolar menjadi semakin sulit, seiring dengan munculnya satu per satu liputan yang membuktikan menyusutnya permintaan," kata John Kilduff, senior vice president MF Global di New York, dalam nota risetnya, seperti dilaporkan Reuters.

Stok minyak mentah terus membengkak pada pekan lalu, meningkat sebesar 6,2 juta barel ketimbang yang diperkirakan pengamat, demikian menurut data pemerintah yang dirilis Rabu.Harga minyak telah terjun bebas dan terpangkas lebih dari 100 dolar sejak mencetak rekor tinggi di atas 147 dolar pada musim panas lalu. Kondisi yang demikian memberikan peringatan kepada negara-negara OPEC yang penerimaannya tergantung pada minyak, sehingga mereka terpaksa memotong produksinya sebanyak 4,2 juta barel per hari sejak September.

Sekjen OPEC, Abdullah Al-Badri, pada Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, menyatakan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) tak akan ragu-ragu untuk beraksi lagi, jika harga minyak tetap rendah. OPEC akan bertemu pada 15 Maret mendatang

Monday, January 26, 2009

Investor Asing Tarik Dana, Pasokan Dolar Jadi Seret

Pasar valuta asing kini dilanda kelangkaan dolar AS, menyusul penarikan dana asing yang besar di pasar domestik, sehingga pasokan dolar di pasar menjadi seret. Akibatnya pelaku lokal lebih hati-hati untuk melepas dolar dan ini berakibat pada menguatnya dolar AS, kata Dirut PT Finance Corpindo Nusa, Edwin Sinaga, di Jakarta, Senin.Edwin mengatakan dolar menjadi langka karena investor asing lebih suka menginvestasikan dananya di negara sendiri yang saat ini sangat membutuhkan dana besar. Amerika Serikat, misalnya, membutuhkan dana sebesar 800 miliar dolar untuk mendorong ekonominya yang saat ini melambat. Amerika Serikat telah mengeluarkan paket stimulus untuk mendorong sektor infrastruktur tumbuh lebih cepat, katanya.Besarnya kebutuhan dana negara tersebut mengakibatkan peredaran dolar di pasar global semakin berkurang, katanya. Menurut dia, pasar global seharusnya mempunyai bank yang dapat memasok dalam jumlah yang besar, sehingga pasar global tidak kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pasar. Karena itu, ke depan bank yang khusus memasok dolar harus dapat dibentuk, sehingga kesulitan pasar tidak separah ini, katanya
Apabila volume export dua tahun ke depan terus menurun, disusul dengan turunya harga minyak mentah dunia, diperparah dengan menurunya pertumbuhan ekonomi dalam negeri Indonesia maka akan berdampak serius terhadap mata uang Rupiah. Mudah-mudahan pemerintah sdh mempunyai langkah langkah antisipasi.

Tuesday, January 13, 2009

Kurs Rupiah Vs Dollar Antara 10.000 - 14.000 di tahun 2009

Kurs Rupiah mulai Januari 2009 sampai dengan Awal 2010 diperkirakan antara Rp.10.000 sampai dengan Rp.14.000 per Dollar Amerika.
Krisis Amerika yang berkepanjangan diperburuk dengan kondisi politik di Timur Tengah berdampak pada makin tidak menentunya Global Economic Growth. Dana yang sangat besar dibutuhkan Amerika untuk memperbaiki perekonomiannya. Kelangkaan Dollar akan terus terjadi, tetapi untunglah Indonesia masih memiliki cukup Devisa. Bank Indonesia tetap akan memproteksi rupiah agar tidak tembus di level 15000 per dollar AS.
Akan tetapi dengan dipulangkannya TKI dari berbagai negara, maka pendapatan devisa akan mengalami penurunan. Ditambah dengan penurunan nilai ekspor di tahun 2009 ini.

Tuesday, January 6, 2009

Obama Dapat Warisan Defisit US $1 Triliun

Presiden AS terpilih Barack Obama menyatakan, Selasa, ia memperkirakan akan memperoleh warisan defisit anggaran yang mencapai satu triliun dolar dan pemerintahnya terpaksa akan membuat berbagai pilihan anggaran yang keras.
Beberapa saat setelah mengadakan pertemuan dengan tim ekonominya, Obama mengemukakan adalah hal yang mungkin defisit dapat menembus angka satu triliun dolar pada tahun-tahun mendatang dan ia serta timnya harus memikul tanggungjawab dengan mengambil pilihan-pilihan yang sulit atas anggaran mendatang.
Obama, yang akan mengambil alih jabatan kepresidenan dari George W. Bush pada 20 Januari, akan meminta pengesahan segera dari Kongres atas paket pengeluaran dan langkah pemotongan pajak yang jumlahnya hampir mencapai 775 miliar dolar pada dua tahun mendatang.
Presiden terpilih itu akan menyampaikan pidato pada Kamis ini tentang ekonomi, di mana ia akan menguraikan berbagai rincian tentang rencana yang dikatakannya akan menyelamatkan atau menciptakan 3 juta lapangan kerja dan bertujuan membantu mengangkat perekonomian AS keluar dari dalam jurang resesi.
Obama dan para anggota Kongres dari Partai Demokrat sedang membahas paket yang akan mencakup dana bagi pembangunan jalan raya, jembatan dan sekolah serta proyek energi yang dapat diperbaharui.
Pakat itu kemungkinan akan meliputi pemotongan pajak senilai lebih dari 300 miliar dolar.
Obama mengkhawatirkan tertundanya paket itu akan semakin memperdalam resesi dan mengakibatkan angka pengangguran mencapai dua digit. Angka pengangguran saat ini secara nasional telah mencapai 6,7 persen.
Banyak anggota Kongres yang didominasi Demokrat juga ingin bergerak cepat atas stimulus ekonomi, namun anggota Kongres dari Partai Republik bersikeras agar paket itu mendapat penelitian seksama demi menghindari pengeluaran yang tak berguna.
Paket stimulus tersebut akan membuat defisit anggaran yang sudah membengkak menjadi kian menggelembung, demikian laporan Reuters

Facebookers

TopOfBlogs